Selasa, 14 Februari 2012

FISHE,. Difusi Melalui membran


I.             TUJUAN
Mengamati proses difusi dua zat yang dipisahkan oleh membran
II.          DASAR TEORI
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion), difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Difusi melalui membran berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam – garam mineral, tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transporter dinamakan difusi difasilitasi, yaitu pelaluan zat melalui rnembran plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein transporter. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memiliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein transporter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transporter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. Protein transporter untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.(anonim,2010)
III.      ALAT DAN BAHAN

1.      Gelas piala 600 cc
2.      Tabung reaksi
3.      Penjepit tabung reaksi
4.      Bunsen
5.      Usus babi kering
6.      Larutan kanji 10 %
7.      Larutan glukosa 10%
8.      Iodium
9.      Fehling A dan fehling B.


IV.      PROSEDUR
1.      Ambil dua potong usus babi kemudian ikat pada masing-masing pada salah satu ujungnya dengan tali.
2.      Isilah usus babi yang pertama dengan larutan kanji dan usus babi yang ke dua dengan larutan glukosa.
3.      Usus babi yang pertama di masukkan ke dalam gelas piala yang berisi air dan beri label A. Usus babi yang ke dua di masukkan ke dalam gelas piala yang lain dan beri label B.
4.      Teteskan Iodium pada gelas piala A sampai warna ke kuning-kuningan. Dan gelas piala B tidak perlu di tambah apa-apa.
5.      Biarkan gelas piala tersebut selama 20 menit. Amati perubahan yang terjadi pada larutan kanji pada gelas piala A, catat hasilnya.
6.      Ambil sebagian air pada gelas piala B masukkan pada tabung reaksi dan tes kandungan glukosa amati perubahan warna yang terjadi.
7.      Kedua gelas piala biarkan satu malam. Kemudian lakukan tes yang sama pada keesokan harinya.


V.          DISKUSI
1.      Berdasarkan uji kimia terhadap pati, apakah yang terjadi dengan molekul-molekul iodium pada rangkaian A ?
2.      Berdasarkan uji kimia terhadap glukosa, apakah yang terjadi dengan molekul-molekul iodium pada rangkaian B ?
3.      Setelah rangkaian dibiarkan satu malam, peristiwa apakah yang terjadi pada ke dua rangkaian tersebut ?
4.      Zat-zat apakah yang dapat menembus membrane dan zat apa yang tidak dapat ? Mengapa demikian?

VI.      HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN DISKUSI
27 September 2011
Tes fehling setelah 20 menit
Jenis Larutan
Warna Awal
Fehling A (Biru)
Fehling B (Jernih)
Larutan kanji
Kuning
Kuning kehijauan
Bening
Larutan glukosa
Bening
Biru
Bening
           
Tes fehling setelah 20 jam
Jenis Larutan
Warna Awal
Fehling A (Biru)
Fehling B (Jernih)
Larutan kanji
Mengendap
Biru
Bening
Larutan glukosa
Keruh
Biru
Bening

Pembahasan diskusi
1.      Berdasarkan uji kimia terhadap pati molekul iodium yang berada didalam rangkaian A, maka akan terjadi proses difusi yaitu larutan kanji yang ada didalam usus akan berdifusi keluar melalui membran usus babi menuju larutan iodium yang ada diluar usus.
2.      Pada rangkaian B juga akan terjadi difusi yaitu larutan yang ada didalam usus yaitu larutan glokusa akan berdifusi keluar menuju larutan yang ada diluar usus hal tersebut dapat terlihat ketika dilakukan uji fehling A dan fehling B.
VII.   KESIMPULAN
Terjadi proses difusi pada larutan kanji dinama larutan yang ada didalam usus akan berdifusi keluar melalui membran usus babi menuju larutan iodium yang ada diluar usus. Pada rangkaian B juga terjadi difusi yaitu larutan yang ada didalam usus larutan glokusa akan berdifusi keluar menuju larutan yang ada diluar usus hal tersebut dapat terlihat ketika dilakukan uji fehling A dan fehling B pada larutan yang berada diluar usus pada rangkaian B.

Daftar pustaka
Tim Pembina Mata Kuliah Fisiologi Hewan.2008. Pedoman praktikum fisiologi hewan. Surabaya:Universitas Muhammadiyah Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar